Butuh bantuan sekarang?

Semua jalur bantuan, termasuk cara menolong orang lain →

Jogo Jiwo adalah komunitas dukungan sebaya, bukan layanan darurat.

← Semua artikel

Mengenali diri

Mengenali stres dan burnout

Capek yang tidak hilang walau sudah tidur cukup bisa jadi tanda burnout. Kenali tandanya lebih awal.

Penulis
Ayu Lestari
Peninjau
Sari Wulandari, M.Psi., Psikolog
Terbit
5 Agustus 2026 · 1 menit baca
contoh

Stres adalah respons wajar saat kita menghadapi tekanan. Dalam jumlah kecil, stres bahkan membantu kita fokus. Masalahnya muncul ketika tekanan itu berlangsung lama tanpa jeda.

Kalau capeknya tidak hilang

Burnout biasanya dikaitkan dengan tekanan kerja atau kuliah yang terus-menerus. Tandanya bukan cuma lelah, tapi juga merasa kosong, sinis terhadap pekerjaan, dan merasa apa pun yang dilakukan tidak ada artinya.

  • Tidur cukup, tapi bangun tetap lelah
  • Mudah tersinggung, atau justru mati rasa
  • Sulit fokus dan sering menunda
  • Kehilangan minat pada hal yang dulu disukai
  • Sering sakit kepala atau gangguan pencernaan

Langkah kecil yang bisa dicoba

Ambil jeda yang benar-benar jeda: lima belas menit tanpa layar, jalan kaki sebentar, atau makan tanpa sambil bekerja. Ceritakan ke satu orang yang kamu percaya. Kalau bisa, bicarakan beban kerjamu dengan atasan atau dosen.

Kalau tanda-tanda ini berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu keseharian, itu saatnya bicara dengan tenaga profesional. Kamu bisa mulai dari puskesmas.

Sumber

  1. World Health Organization. Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases, 2019.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Kesehatan Jiwa.