Mendampingi
Cara mendengarkan teman yang sedang sedih
Yang sering dibutuhkan bukan nasihat, tapi didengarkan. Ini beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan.
Saat teman bercerita sedang sedih, banyak dari kita langsung ingin memperbaiki keadaan. Kita memberi saran, membandingkan dengan pengalaman sendiri, atau buru-buru menghibur. Niatnya baik. Tapi yang sering dibutuhkan justru lebih sederhana: didengarkan.
Hadir dulu, saran belakangan
Simpan HP-mu, tatap dia, dan beri waktu. Kamu tidak perlu mengisi setiap jeda dengan kata-kata. Diam yang tenang sering terasa lebih melegakan daripada nasihat panjang.
Kalimat yang bisa membantu
- “Aku di sini. Cerita aja pelan-pelan.”
- “Kedengarannya berat banget, ya.”
- “Makasih udah mau cerita ke aku.”
- “Apa yang paling kamu butuhkan sekarang?”
Kalimat yang sebaiknya dihindari
Kalimat seperti “yang lain lebih susah”, “kurang bersyukur”, atau “kamu pasti bisa” memang terdengar menyemangati. Tapi bagi orang yang sedang sedih, kalimat itu bisa terasa seperti perasaannya tidak dianggap.
Kenali batasmu
Mendengarkan bukan berarti kamu harus menyelesaikan masalahnya. Kalau ceritanya terasa terlalu berat, tidak apa-apa bilang terus terang, lalu ajak dia mencari bantuan profesional bersama-sama.
Kalau dia bilang tidak ingin hidup lagi
Tanggapi dengan serius dan jangan tinggalkan dia sendirian. Kamu tidak perlu panik atau menghakimi. Tanyakan apakah dia aman saat ini, lalu bantu dia menghubungi layanan di kotak bantuan di bawah.
Satu lagi: setelah menemani, jaga dirimu juga. Mendengarkan cerita berat itu melelahkan, dan kamu juga boleh bercerita.
Sumber
- World Health Organization. Psychological First Aid: Guide for Field Workers, 2011.
- Kementerian Kesehatan RI. Layanan Healing119, healing119.id.